
MANFAAT lebih layanan terapi khusus bagi penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus (latih adikku). Rumah Latih Adikku Ponorogo yang diresmikan Bupati Sugiri Sancoko, pada 19 September 2024 lalu, ternyata ramai peminat. “Mulai awal Januari beroperasi selama lima hari dalam seminggu. Sebelumnya hanya buka setiap hari Kamis,” kata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Ponorogo Supriadi, Jumat (3/1/2024).

Menurut dia, Rumah Latih Adikku Ponorogo di Jalan Cipto Mangunkusumo itu melayani terapi wicara, fisioterapi, dan okupasi. Layanan pasien berlangsung lima hari dalam jam kerja, mulai Senin hingga Jumat. “Kami sekarang sudah memiliki terapis sendiri. Awalnya meminta bantuan tenaga ahli dari RSUD dr Harjono,” terangnya.
Rumah Latih Adikku Ponorogo yang berdiri atas peran Sentra Terpadu Kartini di Temanggung (unit pelaksana teknis milik Kementerian Sosial) hanya melayani anak berkebutuhan khusus dari kalangan warga kurang mampu dengan bukti terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). “Kalau anak berkebutuhan khusus belum masuk DTKS, ada tim verifikasi melakukan kunjungan rumah untuk mengupayakan agar dapat layanan terapi secara gratis,” jelasnya.

Supriadi mengungkapkan bahwa terapi efektif membantu kemajuan tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. Penderita down syndrome, misalnya, yang semula tidak mampu merangkai kalimat akhirnya dapat mengucapkan tiga hingga empat kata secara beruntun. ”Ketika diterapi dengan benar oleh orang yang tepat, maka pasien akan mengalami kemajuan berarti. Saya perlu tekankan bahwa Rumah Latih Adikku tidak melayani pasien dewasa pasca terkena serangan stroke,” ungkapnya. (Dinsos,P3A)





